Serupa


source: images.google.com


Kita serupa bait yang terlupa,
pantun yang hilang rimanya.
 -SMLY
03/12/2013

0 komentar:

Kenapa berbeda menjadi begitu menakutkan?





 'Kenapa berbeda menjadi begitu menakutkan?' - dee

0 komentar:

Namaku... Namaku rindu..


Namanya Ibu, Ia malaikatku. 


Namanya Ayah, Ia pahlawanku. 


Namanya Kakak, Ia penuntunku. 


 Namaku... Namaku rindu.



 Surabaya 22 November 2013, 22:47




0 komentar:

Dinihari


Aku hanya ingin ada di cakrawala
Mengedar di orbit bumi sepagi dini hari
Tenggelam dikaki langit bersama indahnya mentari
Terbang mengarungi samudra awan layaknya elang
Ditabrakkan fusi energi perubahan
Entah.. Segala ekspektasi bersama bayang-bayang..
Hilang...
Hilang seraya menyisakan tanya..


Mata ini sayu
Tak lagi nampak tajamnya
Cengkraman otot ototnya mulai pelan
Dalam degup kencang kekhawatiran
Intelektualitas kritis tersamarkan
Keberanian yang ditakutkan.. Kini ia takluk mencoba bertahan
Proton mengedar dalam repetisi tanpa mampu rekonstruksi


Dimana..
Kemana..
Singa yang begitu besar dibalik kecilnya pencapaian
Elang yang menatap sejauh ufuk hilang tak lagi terlihat
Inikah..
Inikah batas antara harapan dan kenyataan?


Seperti persimpangan.. namun lampunya tak lagi berwarna

source: images.google.com

Aku kehilangan..
Kehilangan Singa dan Elang..
Terlalu logis hingga tidak melepas daya

Sampai kapan...
Mati terkekang ketidakmampuan


Surabaya, 1 April 2013, 03:27AM





0 komentar:

Terjaga Beku

source: images.google.com

Hatinya tak lagi mengecap rasa, katanya. 
Ia hanya menanam benih, untuk tunas yang belum pasti tumbuhnya.

Untuk sebuah harapan yang belum bertemu cahayanya.
Untuk kita, dan cita yang dijaganya. 





0 komentar: